Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, melakukan kunjungan strategis ke Markas Komando Pasifik (US INDOPACOM) di Honolulu, Hawaii, pada 7 Juli 2026. Pertemuan dengan Panglima Komando Pasifik, Laksamana Samuel J. Paparo, ini menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan Kemitraan Strategis Komprehensif di bidang pertahanan.

Fokus utama kemitraan ini mencakup penguatan tiga pilar fundamental: pengembangan teknologi militer modern, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta intensifikasi latihan operasi gabungan. Hubungan militer kedua negara saat ini telah berkembang jauh melalui serangkaian agenda latihan bersama yang mencakup berbagai matra, baik darat, laut, maupun udara.

Di sektor maritim dan udara, kerja sama terus diperkuat melalui latihan rutin seperti Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) yang berfokus pada keamanan laut, serta Cope West yang mengasah koordinasi taktis antara TNI AU dan angkatan udara AS. Sementara itu, Super Garuda Shield telah memposisikan Indonesia sebagai pusat latihan multinasional berskala besar yang krusial bagi kesiapan tempur di kawasan Indo-Pasifik.

Selain latihan berskala besar, kemitraan ini juga menyasar kemampuan taktis pasukan khusus dan operasi unit kecil melalui berbagai program, seperti Keris-MAREX dan Platoon Exchange (Platex). Program-program tersebut bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan penguasaan medan bagi personel elite kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga meninjau pelaksanaan Rim of The Pacific 2026 (RIMPAC’26) dan mematangkan rencana persiapan latihan gabungan Super Garuda Shield yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada September 2026 mendatang.