PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menunjukkan ketahanan bisnis yang solid sepanjang semester I 2026 di tengah fluktuasi ekonomi global. Perusahaan pembiayaan pembangunan ini berhasil membukukan pertumbuhan aset total mencapai Rp15 triliun, atau meningkat sebesar 4,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Aset produktif yang bersumber dari penyaluran pinjaman dan surat berharga juga tumbuh positif 4,9 persen yoy menjadi Rp13,4 triliun.
Peningkatan signifikan terlihat pada komitmen investasi dan pembiayaan baru yang mencapai Rp2,5 triliun untuk enam proyek strategis nasional. Angka ini melonjak tajam hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan realisasi sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp799 miliar. Sektor-sektor yang disasar meliputi kesehatan, pelabuhan, telekomunikasi, serta proyek ramah lingkungan seperti Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Dari sisi kinerja keuangan, IIF mencatatkan pendapatan operasional sebesar Rp542,7 miliar dengan laba bersih Rp38,2 miliar pada paruh pertama tahun ini. Penurunan laba dari periode sebelumnya dipicu oleh aksi pelunasan dipercepat oleh sejumlah debitur pada awal tahun serta penerapan kebijakan pencadangan modal yang lebih konservatif. Namun, bisnis non-bunga perseroan tetap melesat 54,8 persen yoy menjadi Rp43 miliar berkat optimalisasi layanan advisory dan treasury.
Kesehatan finansial IIF juga tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang kokoh di angka 56,79 persen, memberikan ruang ekspansi yang sangat longgar. Kualitas kredit tetap terjaga dengan penurunan rasio Net Non-Performing Financing (NPF) menjadi 3,49 persen dan tingkat pencadangan kerugian yang konsisten di atas 100 persen. Keberhasilan ini memperkuat posisi tawar perseroan di pasar keuangan domestik maupun internasional.
Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek bisnis ke depan. Komitmen IIF dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak hanya memperkuat manajemen risiko tetapi juga mendatangkan berbagai penghargaan global, termasuk dari ADB dan FinanceAsia. IIF kini tengah mematangkan sejumlah proyek baru di sektor logistik, pengolahan air, dan energi bersih dengan modalitas pendanaan yang kian terdiversifikasi.