UPT Puskesmas Pirsus di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas. Melalui perumusan sejumlah inovasi program berbasis kebutuhan masyarakat, fasilitas kesehatan tingkat pertama ini berupaya menjawab tantangan pelayanan medis modern secara komprehensif.
Kepala UPT Puskesmas Pirsus, Elisabet Ery Novianti, menjelaskan bahwa program inovatif ini mencakup berbagai aspek vital, mulai dari pengelolaan limbah, edukasi penyakit kronis, keselamatan pasien, perawatan lansia, hingga digitalisasi administrasi. Langkah ini diambil demi memastikan pelayanan yang aman, ramah, dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Salah satu terobosan utama adalah program "Asal Bisa" (Optimalisasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Khusus) yang dirancang untuk mencegah penumpukan sampah medis berbahaya di lingkungan puskesmas secara tertib dan aman. Sementara itu, untuk menekan komplikasi penyakit tidak menular, dihadirkan inovasi "Optimis Melea" yang memanfaatkan media selebaran (leaflet) sebagai sarana edukasi pola hidup sehat bagi penderita diabetes melitus.
Dalam aspek keselamatan medis, Puskesmas Pirsus memperkenalkan sistem "Penyunat" untuk menata obat-obatan berkategori high alert secara sistematis guna meminimalkan risiko salah pemberian obat. Selain itu, terdapat program "Periang" yang menyasar kelompok lanjut usia (geriatri) melalui penyediaan layanan pemasangan gigi tiruan demi menunjang fungsi pengunyahan dan kualitas hidup mereka.
Untuk mendukung kinerja internal, sistem manajemen tata usaha digital bernama "Simantau" diterapkan guna mempercepat dan merapikan dokumentasi administratif. Terakhir, pelayanan posyandu kini diperkuat dengan metode "Siteman Avis", sebuah visualisasi audio-visual sistem lima meja yang memudahkan para kader serta masyarakat dalam memahami informasi kesehatan secara seragam dan interaktif.