Produsen bahan bangunan terkemuka asal Swiss, Holcim Group, resmi menyepakati penjualan unit bisnisnya di Filipina kepada perusahaan asal Tiongkok, Huaxin Building Materials. Transaksi bernilai jumbo ini diperkirakan mencapai sedikitnya US$807 juta dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada paruh pertama tahun 2027.

Dalam kesepakatan tersebut, pelepasan aset akan dilakukan secara bertahap. Pada fase awal, Holcim bakal mendivestasikan 68 persen kepemilikan sahamnya senilai US$527 juta. Sementara itu, sisa saham lainnya akan dilepas dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun mendatang dengan nilai minimal US$280 juta. Angka transaksi akhir masih berpeluang meningkat tergantung pada realisasi nilai tambah selama periode transisi berlangsung.

Langkah strategis ini menandai divestasi terbesar yang dilakukan Holcim sejak mereka menjual unit bisnisnya di Nigeria kepada Huaxin Cement senilai US$1 miliar pada Desember 2024 lalu. Dana segar yang diperoleh dari penjualan aset di Filipina ini nantinya akan dialokasikan untuk mendanai berbagai akuisisi berskala besar serta memperkuat portofolio investasi global perusahaan.

Saat ini, Holcim tengah mengalihkan fokus ekspansi bisnisnya ke wilayah Eropa, Amerika Latin, Afrika Utara, dan Australia. Langkah penataan ulang portofolio geografis ini diambil menyusul pemisahan bisnis mereka di kawasan Amerika Utara menjadi entitas mandiri yang dilakukan pada tahun lalu.

CEO Holcim, Miljan Gutovic, mengungkapkan optimismenya terhadap aktivitas merger dan akuisisi perusahaan yang diproyeksikan meningkat pada paruh kedua tahun ini. Holcim sendiri telah menyiapkan dana investasi berkisar antara 3 hingga 4 miliar franc Swiss untuk mendanai rencana akuisisi hingga tahun 2030, dengan target menyelesaikan sekitar 15 transaksi akuisisi strategis pada tahun 2026.