Sebanyak 30 warga lanjut usia (lansia) di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mendapatkan edukasi khusus mengenai penanganan osteoarthritis atau radang sendi lutut. Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh 13 mahasiswa Program Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai langkah preventif menjaga kesehatan sendi di usia senja.

Sebelum pemaparan materi dimulai, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang diintegrasikan dengan kegiatan rutin Posyandu Lansia setempat. Ketua Tim Mahasiswa, Septian Tri Wicaksono, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini krusial untuk memantau kondisi fisik awal para lansia sebelum mereka menerima panduan latihan fisik.

Pemilihan topik osteoarthritis lutut didasarkan pada kondisi geografis Kecamatan Weru yang didominasi oleh lahan persawahan. Sebagian besar warga setempat berprofesi sebagai petani yang kerap melakukan aktivitas fisik berat secara berulang. Pola kerja tersebut meningkatkan beban pada sendi lutut sehingga memperbesar risiko terjadinya pengapuran atau kerusakan tulang rawan.

Dalam sosialisasi tersebut, para mahasiswa memberikan panduan praktis berupa latihan fisioterapi sederhana yang aman dilakukan secara mandiri di rumah. Latihan ini dirancang khusus untuk mengurangi rasa nyeri sekaligus mempertahankan kelenturan serta fungsi gerak sendi lutut lansia.

Guna memastikan materi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tim pengabdian juga membagikan booklet panduan terstruktur. Media edukasi cetak ini memuat informasi lengkap mulai dari faktor pemicu, gejala klinis, langkah pencegahan, hingga panduan gerakan terapi mandiri yang mudah dipahami.

Clinical Educator pendamping, Fifit Fidya Admaja, menekankan pentingnya edukasi ini mengingat nyeri lutut merupakan keluhan yang paling mendominasi kunjungan pasien ke klinik fisioterapi. Melalui program interaktif ini, diharapkan para lansia lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sendi sejak dini serta memahami langkah penanganan awal secara mandiri.