Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, Tim Hibah JarPak Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan sosialisasi literasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di SMA Negeri 1 Karanganyar pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan bertajuk "AI Power: Unleash Your Creativity with Gemini" ini diikuti oleh 10 siswa kelas X-E11 dan dibimbing oleh Dr. Siany Indria Liestyasari, S.Ant., M.Hum.

Tim yang terdiri dari lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS ini memaparkan konsep dasar AI. Mereka menjelaskan bahwa teknologi ini mampu memahami perintah, memproses informasi, mengenali pola data, hingga menghasilkan berbagai output seperti tulisan, ide kreatif, maupun desain. Pemahaman mendasar tentang cara kerja AI, termasuk prinsip pentingnya memberikan instruksi atau "prompt" yang jelas dan spesifik, menjadi bekal awal bagi para siswa.

Untuk penerapan langsung, tim memperkenalkan Gemini, sebuah platform AI yang dinilai mudah diakses dan relevan untuk mendukung aktivitas akademik pelajar. Selain manfaatnya, penekanan juga diberikan pada penggunaan teknologi secara bijak. AI dipandang sebagai alat bantu yang melengkapi kemampuan manusia, bukan penggantinya. Aspek kreativitas, berpikir kritis, dan tanggung jawab tetap menjadi domain manusia.

Siswa kemudian diajak mempraktikkan pemahaman mereka dengan membuat poster edukasi menggunakan Gemini. Tim menyediakan panduan "prompt" agar siswa dapat menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung dalam memanfaatkan AI secara produktif untuk proses belajar yang lebih inovatif dan berkualitas.

Dr. Siany Indria Liestyasari menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam penguatan literasi digital. Ia berharap siswa dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan, seperti yang diungkapkan oleh salah satu siswa, Az-Zahra Roes, yang merasa lebih mengenal AI dan tahu cara memanfaatkannya untuk hal-hal positif.