YOGYAKARTA — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus mempererat kolaborasi strategis demi memperkokoh ekosistem haji di tanah air. Melalui gelaran Synergy Roadshow 2026 di Yogyakarta, kedua pihak berkomitmen mempercepat digitalisasi layanan haji sekaligus membuka ceruk pertumbuhan baru bagi sektor keuangan syariah nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Synergy Roadshow ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah bisnis kedua institusi sekaligus memompa optimisme menyongsong paruh kedua tahun 2026. Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menjelaskan bahwa Yogyakarta merupakan kota keempat pelaksanaan rangkaian kegiatan ini setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Guna menghadapi dinamika ekonomi, Bank Muamalat memilih fokus memperkuat penetrasi di sektor ritel, khususnya segmen konsumer serta usaha kecil dan menengah (UKM). Langkah taktis ini terbukti membuahkan hasil positif, salah satunya terlihat pada produk Solusi Emas Hijrah yang mencatat lonjakan pembiayaan hingga 11 kali lipat secara tahunan (YoY), mencapai Rp1,7 triliun pada kuartal pertama 2026.

Selain itu, portofolio pembiayaan UKM Bank Muamalat juga tumbuh solid sebesar 33 persen secara tahunan menjadi Rp3,1 triliun. Namun, mesin pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada pembiayaan tradisional. Sinergi dengan BPKH dalam menggarap ekosistem haji dan umrah terintegrasi kini diposisikan sebagai salah satu pilar bisnis utama yang prospektif.

Dalam aspek operasional, digitalisasi layanan menjadi fokus utama untuk memberikan kemudahan bagi calon jemaah. Salah satu terobosan penting yang dihadirkan adalah penggunaan Kartu Haji Indonesia untuk meminimalkan transaksi tunai di Tanah Suci. Akses pendaftaran dan pemantauan nilai manfaat haji kini juga semakin mudah diakses masyarakat melalui aplikasi Muamalat DIN, kantor cabang, hingga jaringan kerja sama dengan PT Pos Indonesia.

Melalui integrasi layanan teknologi, perluasan jaringan, dan program kemaslahatan bersama, kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas. Bank Muamalat optimis bahwa ekosistem haji yang terkelola dengan baik akan menjadi motor penggerak utama industri syariah yang berkelanjutan di Indonesia.