Pemerintah terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memaksimalkan potensi bahan baku dalam negeri. Langkah ini dinilai strategis dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang kokoh di tengah badai ketidakpastian geopolitik global.
Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, menegaskan bahwa model bisnis yang mandiri secara rantai pasok lokal memiliki daya tahan tinggi terhadap guncangan eksternal. Hal tersebut disampaikannya dalam acara "Gebyar Momentum Dahsyat Mega Pro Affiliate: Gerakan Ekonomi Kebersamaan" yang diinisiasi oleh PT Garuda Mas Anugerah (GMA) di Jakarta, Sabtu (15/8).
Menurut Anis, konflik internasional yang berkepanjangan seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah menjadi alarm penting bagi perekonomian nasional. Ketergantungan berlebih pada impor dan logistik global dinilai sangat rentan. Oleh karena itu, Indonesia yang memiliki populasi sekitar 290 juta jiwa harus mampu memanfaatkan kekuatan konsumsi domestik untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen.
Lebih lanjut, Anis mengaitkan keberhasilan model bisnis berbasis jaringan di Indonesia dengan karakter budaya masyarakat yang gemar bersilaturahmi. Nilai-nilai komunal ini dinilai sebagai modal sosial yang sangat efektif untuk membangun jaringan bisnis yang solid, sekaligus menciptakan interaksi sosial yang sehat dan produktif secara ekonomi.
Senada dengan hal itu, Komisaris GMA, Effendy Choirie atau yang akrab disapa Gus Choi, menjelaskan bahwa sistem afiliasi yang mereka kembangkan bertujuan membangun ekonomi gotong royong. Saat ini, komunitas tersebut telah menjaring sekitar 100.000 anggota dari berbagai latar belakang tanpa membatasi tingkat pendidikan formal, melainkan fokus pada kemauan belajar dan berkolaborasi.
Sementara itu, Direktur Utama PT GMA, Paul Bobby Utomo, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem usaha ini. Pihaknya fokus memberikan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen pasif, tetapi juga aktif menjadi pelaku usaha yang tangguh di pasar domestik.