Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pati dipadati masyarakat dan jajaran pejabat daerah dalam kegiatan reflektif dan hiburan rakyat bertajuk "Obat Awet Muda" (O.A.M.) pada Sabtu (3/5). Acara yang digagas sebagai ruang kebersamaan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pati Sudewo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, hingga elemen masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Sudewo menyampaikan bahwa agenda O.A.M. menjadi sarana efektif untuk melepas penat dari kesibukan kedinasan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga. Selain menyajikan hiburan, acara ini juga diwarnai pesan kebangsaan melalui lagu "Ibu Pertiwi" demi menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta imbauan kepada orang tua agar membatasi penggunaan gawai pada anak usia sekolah.

Tak sekadar panggung rekreasi, momen tersebut dimanfaatkan Pemkab Pati untuk menyosialisasi berbagai kebijakan strategis. Salah satu poin utama yang dipaparkan adalah peluncuran program beasiswa pendidikan penuh bagi sekitar 230 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang lolos perguruan tinggi negeri jalur SNBP dan UTBK pada tahun ajaran 2025/2026.

Pada sektor pertanian, Sudewo menegaskan optimisme daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kepastian ketetapan harga panen gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram serta pemenuhan kebutuhan pupuk menjadi fokus utama Pemkab Pati, yang disimbolkan melalui gaung semangat produktivitas bertajuk "10 Ton Bisa!".

Guna menghidupkan ruang publik dan pelestarian budaya lokal, Pemkab Pati merencanakan pengaktifan kembali Car Free Day setiap dua pekan sekali mulai pertengahan Mei, disusul rencana pembangunan gedung kesenian di Alun-Alun Kembang Joyo. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait opsi slogan baru daerah, seperti "Pati Mutiara", "Pati Maju", atau "Pati Hebat".