Oatmeal telah lama dikenal sebagai salah satu menu sarapan andalan bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan jantung dan menekan kadar kolesterol. Kendati demikian, khasiat makanan berserat tinggi ini ternyata tidak memberikan dampak yang seragam bagi setiap orang. Sebagian individu melaporkan penurunan kolesterol yang signifikan setelah rutin mengonsumsinya, sementara sebagian lainnya hampir tidak merasakan perubahan apa pun.
Perbedaan respons tubuh ini rupanya berkaitan erat dengan kondisi mikrobioma atau bakteri yang hidup di dalam usus manusia. Dokter spesialis rehabilitasi medis, dr. Wang Szu-heng, menjelaskan bahwa efektivitas oatmeal dalam mengelola kolesterol sangat bergantung pada karakteristik unik dari ekosistem bakteri pencernaan masing-masing individu.
Secara ilmiah, oatmeal kaya akan beta-glukan, sejenis serat larut air yang akan berubah menjadi gel kental saat tercampur dengan cairan di dalam tubuh. Begitu mencapai saluran pencernaan, serat ini bekerja layaknya magnet yang mengikat kolesterol dari makanan serta asam empedu, untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui sistem pembuangan.