Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menekankan krusialnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan profesi kefarmasian dalam merespons tantangan kesehatan global yang kian kompleks. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumut, Surya, saat menghadiri Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2026 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Surya, dunia kesehatan saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan besar, seperti ancaman penyakit menular baru, resistensi antimikroba, dampak perubahan iklim, hingga pesatnya perkembangan teknologi medis. Untuk mengatasi dinamika tersebut, sinergi yang solid melalui forum ilmiah dinilai sangat vital guna melahirkan inovasi dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pelayanan publik.
Lebih lanjut, Surya berharap momentum PIT IAI 2026 ini mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para apoteker di Indonesia. Ia menegaskan bahwa apoteker merupakan garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan aman, bermutu tinggi, serta berorientasi penuh pada keselamatan pasien.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang hadir secara virtual memaparkan target strategis pemerintah untuk menaikkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 74 tahun menjadi 76 tahun pada tahun 2029. Tidak hanya memperpanjang usia, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan rata-rata usia hidup sehat masyarakat dari 60 tahun menjadi 70 tahun.
Menkes menegaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan integrasi dan kerja sama yang erat dengan ekosistem kefarmasian nasional. Senada dengan hal itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IAI, Lilik Yusuf Indrajaya, berharap seluruh delegasi memanfaatkan kongres tiga hari ini sebagai wadah memperluas wawasan sekaligus memperkuat perlindungan dan kesejahteraan profesi apoteker di tanah air.