Produsen minyak sawit terkemuka asal Malaysia, SD Guthrie, memproyeksikan bahwa dampak fenomena iklim El Niño yang membawa cuaca panas dan kering baru akan menekan volume produksi kelapa sawit global pada tahun 2027 dan 2028. Hal ini disebabkan oleh adanya jeda waktu biologis tanaman setelah terpapar cuaca ekstrem.
Chief Executive Officer SD Guthrie, Mohd Haris Mohd Arshad, menjelaskan bahwa kinerja produksi hingga akhir tahun 2026 diperkirakan masih relatif aman dari dampak langsung El Niño. Menurutnya, efek penurunan produktivitas akibat cuaca kering biasanya baru terlihat dalam kurun waktu 12 hingga 16 bulan setelah fenomena tersebut berlangsung.
Di sisi kinerja keuangan, perusahaan membukukan lonjakan laba bersih pada kuartal II-2026 menjadi RM987 juta (sekitar US$241,3 juta), naik hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar RM505 juta. Kendati demikian, pendapatan bersih perseroan sedikit terkontraksi menjadi RM4,94 miliar dari sebelumnya RM5,17 miliar, diikuti pelemahan tipis harga saham sebesar 0,9 persen ke level RM6,77 per lembar.
Pertumbuhan laba pada kuartal kedua ini ditopang kuat oleh kinerja positif di sektor hilir dan pengembangan industri yang berhasil menambal pelemahan di sektor hulu. Meskipun divisi hulu menghadapi tantangan volume produksi, dampaknya berhasil diredam oleh tren kenaikan harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit di pasar global.
Ke depan, SD Guthrie memperkirakan keterbatasan pasokan global yang berpadu dengan tingginya permintaan akan menjaga harga CPO tetap kokoh. Faktor pendorong utama permintaan diproyeksikan datang dari implementasi kebijakan mandatori biodiesel B50 di Indonesia serta ketidakpastian geopolitik global yang mengerek harga minyak mentah dunia.
Saat ini, harga acuan CPO di Malaysia telah meningkat 18 persen sepanjang tahun berjalan menuju level RM4.723 per ton. Manajemen memproyeksikan harga komoditas ini akan bergerak stabil di kisaran RM4.600 hingga RM5.000 per ton hingga pengujung 2026, bahkan berpeluang menembus RM5.200 per ton pada kuartal pertama 2027.