JAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya memperluas cakupan penanaman modal nasional, salah satunya dengan membidik potensi besar di sektor industri olahraga. Menteri Investasi Rosan Roeslani menuturkan bahwa industri olahraga memiliki peluang investasi yang amat menjanjikan, dengan nilai potensi diperkirakan mencapai Rp8.000 triliun.
Langkah penguatan investasi di bidang olahraga ini dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan industri olahraga yang terintegrasi tak hanya memicu masuknya modal dari investor domestik maupun asing, tetapi juga memberikan efek berantai (multiplier effect) terhadap sektor penunjang seperti ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM lokal.
Lebih lanjut, optimalisasi penanaman modal ini diarahkan untuk mencakup pembangunan sarana dan prasarana olahraga berstandar internasional, manufaktur peralatan, hingga adopsi teknologi keolahragaan modern. Pemerintah optimistis bahwa transformasi industri olahraga menjadi basis investasi strategis bakal membuka ribuan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.