Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tegal melayangkan kritik keras terkait keterlibatan sektor hiburan malam dalam turnamen sepak bola bertajuk "Amazing Tegal". Turnamen olahraga yang memperebutkan Piala Wali Kota tersebut dinilai mencederai esensi pembinaan karakter anak muda karena menyisipkan unsur promosi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai keteladanan.
Ketua PDM Kota Tegal, Wahyu Heru Triyono, menegaskan bahwa sikap kritis ini bukan bertujuan menghalangi iklim investasi atau aktivitas pelaku usaha di wilayah tersebut. Sebaliknya, langkah ini didasari oleh kepedulian terhadap proteksi moral anak-anak. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi sarana edukasi untuk memupuk disiplin, sportivitas, dan kerja keras, bukan wadah yang mendekatkan mereka pada industri hiburan malam.
Secara khusus, PDM mempertanyakan kehadiran penampil musik cakram (disc jockey) dari tempat hiburan malam dalam ajang resmi yang membawa nama kepala daerah tersebut. PDM menilai hal ini sebagai keputusan yang kurang tepat dalam memberikan keteladanan yang sehat bagi generasi penerus di Kota Tegal.
Selain melayangkan protes terhadap penyelenggaraan acara, PDM juga mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk lebih transparan dan memperketat pengawasan terhadap izin operasional tempat hiburan malam guna mengantisipasi berbagai risiko sosial. PDM turut mengimbau para pendidik dan orang tua agar lebih selektif dalam mengikutsertakan anak didik dalam kegiatan publik.