Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengubah sektor olahraga daerah menjadi industri yang mandiri, profesional, dan berdaya saing tinggi. Penjajakan ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi atlet lokal sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga bertaraf internasional yang kini dimiliki Sumut.
Rencana besar tersebut dibahas dalam pertemuan khusus yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, beserta jajaran kepala dinas terkait di Kantor Gubernur Sumut, Medan. Fokus utama diskusi ini adalah menyusun draf cetak biru (*grand design*) pengelolaan sarana olahraga agar memberikan kontribusi ekonomi nyata.
Bobby Nasution menekankan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga harus diimbangi dengan sistem tata kelola yang mampu menghasilkan pendapatan. Langkah ini dinilai esensial agar pemeliharaan fasilitas olahraga tidak terus membebani anggaran daerah, melainkan mampu membiayai dirinya sendiri melalui pendekatan bisnis yang sehat.
Pasca-penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, Sumatera Utara kini memiliki sejumlah infrastruktur olahraga premium, termasuk Stadion Utama dan Stadion Madya di Sport Center Desa Sena, Deli Serdang. Bobby mengingatkan agar fasilitas megah tersebut tidak terbengkalai dan harus dikelola secara rutin melalui berbagai ajang olahraga berkala guna terus mengasah mental juara para atlet.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut, Mahfullah P Daulay, memaparkan rencana pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Format BLUD ini diyakini akan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan aset secara mandiri, mengadopsi sistem digitalisasi, serta melahirkan inovasi model bisnis publik.
Melalui sistem BLUD ini, pendapatan yang diperoleh dari penyewaan dan pemanfaatan fasilitas olahraga akan diputar kembali untuk mendukung pembinaan atlet muda berprestasi serta pengembangan komunitas olahraga lokal. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat realisasi ekosistem industri olahraga baru di Sumatera Utara.