Allianz Indonesia membuktikan ketangguhan bisnisnya sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan positif di tengah tantangan dinamika ekonomi dan kenaikan inflasi medis. Melalui strategi integrasi "ONE Allianz", tiga entitas di bawah naungannya sukses memperluas penetrasi pasar dan memperkuat layanan proteksi terpadu bagi para nasabah di tanah air.
Sepanjang tahun 2025, kolaborasi yang melibatkan Allianz Life, Allianz Syariah, dan Allianz Utama berhasil mengumpulkan Gross Written Premium (GWP) gabungan senilai Rp21,4 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, total aset gabungan perusahaan juga melonjak 4,5 persen hingga mencapai Rp41,9 triliun, ditopang oleh manajemen risiko yang hati-hati serta diversifikasi jalur distribusi yang kuat.
Komitmen perlindungan nyata ditunjukkan dengan penyaluran klaim dan manfaat gabungan sebesar Rp6,2 triliun kepada lebih dari 830.000 nasabah di seluruh Indonesia, tumbuh signifikan sebesar 19,7 persen secara tahunan. Tren positif ini konsisten berlanjut hingga pertengahan tahun berikutnya. Per Juni 2026, Allianz Indonesia berhasil mengantongi premi bruto gabungan senilai Rp11,4 triliun dan menuntaskan pembayaran klaim sebesar Rp3,1 triliun.
Secara spesifik, PT Asuransi Allianz Life Indonesia menyumbang kontribusi terbesar dengan perolehan GWP mencapai Rp18,6 triliun, tumbuh 9,2 persen. Dengan realisasi pembayaran klaim sebesar Rp5,1 triliun, anak usaha ini menjaga rasio solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) di level kokoh 260 persen, jauh di atas ambang batas minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, menegaskan pentingnya memperkuat kanal distribusi guna menjamin ketahanan finansial nasabah di tengah melonjaknya biaya medis.
Di sektor asuransi umum, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia membukukan pertumbuhan GWP sebesar 15,3 persen menjadi Rp911,5 miliar. Lini asuransi tanggung gugat dan properti menjadi penopang utama portofolio perusahaan. Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Sunadi, menjelaskan bahwa perseroan tetap memprioritaskan tata kelola risiko yang ketat dengan menjaga RBC di angka fantastis 592 persen demi menjamin kelancaran pembayaran klaim jangka panjang.
Kinerja moncer juga diraih PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia yang mencatatkan pertumbuhan kontribusi bruto sebesar 10 persen menjadi Rp1,9 triliun. Menjalankan amanah nilai Maqasid Syariah, entitas ini menyalurkan santunan sebesar Rp969,5 miliar kepada para peserta dengan didukung tingkat RBC dana tabarru' yang sehat di angka 255 persen. Direktur Utama Allianz Syariah, Elmie A. Najas, menyatakan bahwa pencapaian ini menegaskan meningkatnya minat masyarakat terhadap proteksi finansial yang berbasis gotong royong.