Rencana pengaktifan kembali tambang lithium milik Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) di Yichun, Provinsi Jiangxi, China, masih belum terealisasi. Hingga saat ini, fasilitas tambang tersebut dilaporkan masih menjalani masa perawatan dan belum memulai aktivitas produksi secara penuh.

Berdasarkan laporan dari Shanghai Securities News yang mengutip keterangan resmi Biro Ekologi dan Lingkungan Kabupaten Yifeng, tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan maupun penghancuran bijih mineral di area tambang. Otoritas setempat mendesak CATL untuk segera merampungkan seluruh prosedur persetujuan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) agar operasional dapat kembali berjalan.

Keterlambatan pemulihan operasional ini dipicu oleh perubahan klasifikasi komoditas mineral pada proyek tersebut. Kandungan mineral yang awalnya dikategorikan sebagai tanah liat keramik mengandung lithium kini resmi diklasifikasikan sebagai bijih lithium. Perubahan status administratif ini mewajibkan produsen baterai raksasa asal China tersebut untuk menyusun ulang dokumen AMDAL baru, yang telah dipublikasikan untuk konsultasi publik sejak akhir Juli lalu.

Sebelumnya, aktivitas di tambang Jianxiawo ini dihentikan sementara setelah masa berlaku izin pertambangannya habis. Meskipun CATL telah mengantongi izin keselamatan kerja pada akhir Juni lalu—sebagai salah satu prasyarat utama pembukaan kembali setelah hampir setahun vakum—operasional tambang belum bisa dimulai tanpa adanya persetujuan lingkungan yang lengkap.

Kabar mengenai belum beroperasinya tambang ini turut memengaruhi pergerakan pasar lithium global. Di Guangzhou Futures Exchange, kontrak berjangka lithium karbonat teraktif untuk bulan September terpantau naik 1,36 persen. Sementara itu, nilai saham CATL cenderung stabil dengan hanya mengalami penurunan minor sebesar 0,02 persen.