PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital di seluruh lini bisnisnya melalui penerapan sistem terintegrasi 1MINDERP SAP. Langkah ini mencakup digitalisasi pada sektor keuangan, pengadaan, penjualan, operasional tambang, hingga manajemen sumber daya manusia guna membangun tata kelola perusahaan yang lebih solid dan berbasis data.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menjelaskan bahwa adopsi sistem SAP ini bukan sekadar pembaruan perangkat lunak biasa, melainkan reformasi menyeluruh terhadap budaya kerja perusahaan. Menurutnya, integrasi ini menyatukan berbagai alur kerja yang sebelumnya terfragmentasi menjadi satu ekosistem data yang terpadu demi mempercepat proses pengambilan keputusan taktis.
Sejalan dengan itu, Komisaris Utama PTBA, Ida Bagus Putu Dunia, menekankan pentingnya tata kelola yang kokoh sebagai penentu keberhasilan transformasi teknologi ini. Pihaknya memastikan kesiapan sistem telah melewati uji kelayakan yang ketat guna memperkuat akuntabilitas, pengawasan internal, serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kelangsungan bisnis perseroan.
Setelah fase peluncuran perdana (go-live), emiten pertambangan pelat merah ini fokus pada tahap stabilisasi dan pengembangan berkelanjutan. Langkah integrasi ini juga diharapkan mampu mempererat sinergi operasional dengan anggota holding industri pertambangan BUMN lainnya di bawah naungan MIND ID Group.
Sementara itu, dari lantai bursa pada hari Rabu (19/8), saham PTBA terpantau bergerak fluktuatif namun ditutup menguat tipis sebesar 0,42 persen ke level Rp2.380 per lembar saham pada sesi kedua perdagangan. Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, performa saham perseroan mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,59 persen.