Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi memperkenalkan teknologi tepat guna berupa alat penyulingan modern kepada Kelompok Tani Wanse di Kelurahan Konawe, Kabupaten Muna Barat. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendongkrak efisiensi produksi sekaligus meningkatkan taraf ekonomi para petani nilam di wilayah tersebut.
Ketua Tim PKM, Dr. Irnawati, menyatakan bahwa implementasi teknologi ini merupakan jawaban atas kendala pengolahan tradisional yang selama ini membatasi kualitas dan volume minyak nilam. Melalui pendampingan intensif yang berlangsung pada 5 hingga 7 Juni 2026, para petani kini dibekali dengan peralatan canggih yang mampu mengoptimalkan hasil panen mereka secara lebih berkelanjutan.
Tidak hanya menyentuh aspek teknis penyulingan, program ini juga mencakup pelatihan diversifikasi produk, seperti pembuatan cairan humidifier aromaterapi untuk memberikan nilai tambah pada komoditas nilam. Selain itu, tim akademisi turut memberikan pendampingan manajemen usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga strategi pemasaran digital, guna membekali petani dengan kemampuan manajerial yang lebih profesional.
Pihak Kelompok Tani Wanse menyambut positif kehadiran teknologi baru ini. Mereka mengungkapkan bahwa selama ini tantangan teknis menjadi penghambat utama dalam pengembangan usaha. Dengan adanya dukungan alat modern dan edukasi ini, kelompok tani optimistis dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan standar kualitas produk nilam asal Muna Barat agar lebih kompetitif di tingkat yang lebih luas.