Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2030, bersiap mengukir sejarah baru melalui format penyelenggaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menetapkan bahwa ajang edisi khusus ini akan berlangsung di lintas benua dengan melibatkan enam negara sebagai tuan rumah. Maroko, Portugal, dan Spanyol ditunjuk sebagai penyelenggara utama, menjadikannya kompetisi pertama yang diadakan di lintas konfederasi dan menyentuh wilayah Afrika Utara.

Di samping tiga negara penyelenggara utama, FIFA juga menyisipkan elemen historis untuk memperingati satu abad penyelenggaraan Piala Dunia. Pertandingan pembuka dijadwalkan berlangsung di Estadio Centenario, Montevideo, Uruguay—stadion bersejarah yang menjadi lokasi final Piala Dunia pertama pada tahun 1930. Selain Uruguay, dua negara Amerika Selatan lainnya, yaitu Argentina dan Paraguay, juga akan masing-masing menggelar satu pertandingan babak penyisihan grup.

Penunjukan format unik ini merupakan hasil dari proses diplomasi olahraga yang panjang. Aturan rotasi ketat dari FIFA sebelumnya membatasi konfederasi dari Asia dan Amerika Utara untuk mencalonkan diri pada edisi kali ini. Hingga akhirnya, pada Oktober 2023, Dewan FIFA secara aklamasi menyetujui proposal bersama dari Maroko, Portugal, dan Spanyol, dengan tambahan kemitraan historis bersama tiga negara Amerika Selatan.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan bahwa keterlibatan Uruguay, Argentina, dan Paraguay merupakan bentuk penghormatan paling layak terhadap warisan sejarah sepak bola. Langkah ini dirancang untuk menghidupkan kembali memori final perdana 1930 saat Uruguay menghadapi Argentina. Sebuah upacara seremonial khusus direncanakan bakal digelar di Montevideo satu pekan sebelum sepak mula resmi dimulai pada 13 Juni 2030.

Tantangan logistik dan infrastruktur juga menjadi sorotan. Dengan melibatkan sekitar 17 kota dan 20 stadion di ketiga negara utama—termasuk kota-kota penting seperti Lisbon, Porto, Marrakech, dan Tangier—turnamen ini akan menjadi salah satu megaproyek olahraga terbesar. Meskipun sempat muncul wacana dari Presiden Conmebol Alejandro Domínguez untuk menambah jumlah peserta hingga 64 tim guna memeriahkan momentum satu abad ini, FIFA sejauh ini tetap merancang turnamen dengan format ekspansi 48 tim.

Melalui format multi-benua ini, FIFA tidak hanya menyajikan tontonan olahraga yang megah, tetapi juga secara tidak langsung mengubah lanskap politik dan regulasi pencalonan tuan rumah Piala Dunia di masa-masa yang akan datang.