Di tengah pesatnya digitalisasi, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi di Kalimantan Timur yang masih menyamakan semua jenis situs internet sebagai "web perusahaan". Padahal, kesalahan dalam memilih jenis website tidak hanya memicu pemborosan anggaran belanja teknologi, tetapi juga menyulitkan tim pemasaran dalam mengukur efektivitas kampanye digital mereka.
CodeF, sebuah pengembang web nasional yang telah beroperasi sejak 2009, mengungkapkan bahwa fenomena memesan portal besar yang sebenarnya tidak dibutuhkan masih sering terjadi. Banyak klien korporat B2B hingga UMKM memesan sistem yang rumit, padahal mereka hanya memerlukan halaman informasi layanan yang jelas dan fungsional untuk mendukung proses penjualan di lapangan.
Bagi perusahaan yang menyasar pasar B2B (business-to-business) seperti distributor alat berat, kontraktor tambang, atau jasa logistik, website profil perusahaan (company profile) tetap menjadi pilar utama. Platform ini berfungsi sebagai ruang verifikasi legalitas, kredibilitas, dan identitas resmi sebelum mitra bisnis mengajukan kerja sama. Kejelasan informasi dan kemudahan navigasi jauh lebih krusial dibandingkan animasi visual yang berlebihan.
Kendati demikian, efektivitas profil perusahaan digital kerap terhambat oleh minimnya pemeliharaan. Banyak situs web yang dibiarkan terbengkalai tanpa pembaruan konten, nomor kontak yang keliru, hingga dokumen sertifikasi yang kosong. Pengelola situs wajib melakukan perawatan berkala, mulai dari pencadangan data (backup) hingga pembaruan informasi secara rutin agar aset digital ini tetap bernilai guna.
Di sisi lain, untuk kebutuhan kampanye produk spesifik atau promo musiman, halaman pendaratan (landing page) menjadi solusi yang lebih efisien. Dengan fokus pada satu tombol aksi dan satu formulir, jenis halaman ini dirancang agar calon konsumen tidak tersesat dalam menu informasi yang rumit. Namun, halaman ini bersifat melengkapi dan tidak dapat menggantikan peran profil perusahaan sebagai pusat data utama.
Untuk menghindari pemborosan anggaran, pelaku usaha disarankan menyelaraskan pembuatan situs dengan target triwulan perusahaan, baik untuk keperluan tender maupun edukasi mitra. Menyisihkan anggaran untuk biaya pemeliharaan tahunan serta melakukan uji coba fitur sebelum situs diluncurkan menjadi langkah krusial agar investasi digital memberikan dampak nyata bagi kelangsungan bisnis.