KUPANG – Pemerintah Kota Kupang bersama Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menyusun strategi matang untuk menjadikan cabang olahraga kriket sebagai lumbung prestasi baru. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan serius menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar pada tahun 2028 mendatang.

Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PCI NTT, PCI Kota Kupang, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat terus diperkuat. Salah satu agenda terdekat adalah penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kriket yang disinergikan dengan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) untuk menjaring bibit unggul sejak usia dini.

Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua PCI Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menegaskan komitmen daerahnya untuk meraih sukses ganda, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Ia menyatakan bahwa kesiapan logistik, medis, jadwal pertandingan, hingga fasilitas pendukung kini sedang dimatangkan secara profesional.

Sebagai langkah awal, Stadion Oepoi Kupang akan difungsikan sebagai lokasi pertandingan sementara. Di saat yang sama, PCI NTT tengah menggarap proyek jangka panjang berupa kompleks kriket seluas 6 hektare yang bekerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW). Proyek ambisius ini direncanakan memiliki tiga lapangan berstandar internasional dengan asistensi kurator langsung dari Australia.

Ketua Umum Pengprov PCI NTT, Inche D. P. Sayuna, menambahkan bahwa Kejurda kali ini merupakan momentum krusial untuk melakukan pencarian bakat (talent scouting) demi membentuk kerangka tim menuju PON 2028. Pola pembinaan berjenjang akan diterapkan, mencakup pelatihan teknik dasar untuk pelajar tingkat SD dan SMP, penguatan kompetensi pelatih, hingga pembinaan fisik dan mental juara bagi para atlet senior.

Di sisi lain, Kepala Dispora Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, melihat ajang olahraga ini tidak hanya berdampak pada prestasi atlet, melainkan juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi daerah. Kehadiran kontingen dari berbagai kabupaten diharapkan mampu memberi stimulus positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata di Kota Kupang.