Di tengah fluktuasi harga bahan baku yang menantang, industri kopi di Pulau Bintan justru menunjukkan resiliensi luar biasa dengan menjelma sebagai motor penggerak ekonomi makro daerah. Ekosistem usaha ini tumbuh secara mandiri, menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah, sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja sektor informal yang signifikan di wilayah tersebut.
Salah satu bukti nyata geliat bisnis ini terlihat di Kedai Kopi Jali yang terletak di Kampung Keke, Kijang. Pemilik kedai, Rahmad Gozali (53), mengungkapkan bahwa dinamika usaha kopi di kawasan ini terus menunjukkan tren positif dan terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.
Ketangguhan sektor riil ini tidak hanya mampu menopang kesejahteraan warga lokal secara berkelanjutan, tetapi juga mulai merambah pasar luar negeri. Komoditas kopi khas Bintan kini terbukti menjadi penyelamat ekonomi yang diandalkan masyarakat setempat untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi global.