PEMERINTAH Kota Tanjungpinang resmi memperluas fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayahnya. Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini diposisikan sebagai garda terdepan untuk mendeteksi berbagai persoalan sosial dan kondisi ekonomi di tingkat keluarga.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu di Trans Convention Center Aston Tanjungpinang, Selasa (14/7/2026). Menurutnya, tantangan yang dihadapi para kader saat ini jauh lebih kompleks karena masalah kesehatan masyarakat sering kali berakar dari kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

Lis mencontohkan penanganan stunting yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemberian gizi tambahan. Menurutnya, stunting kerap dipicu oleh faktor lain seperti pernikahan usia dini, pola asuh yang kurang tepat, hingga keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, para kader kini dibekali kemampuan komunikasi dan konseling agar mampu mengidentifikasi masalah secara komprehensif.

Untuk mendukung kinerja tersebut, Dinas Kesehatan Tanjungpinang diminta untuk menyiapkan aplikasi khusus guna memantau perkembangan setiap kasus secara digital. Evaluasi berkala juga akan dilakukan terhadap 145 Posyandu yang melayani sekitar 241 ribu jiwa penduduk, termasuk rencana pembenahan fasilitas fisik secara bertahap mulai tahun 2027 mendatang.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, menjelaskan bahwa transformasi ini merujuk pada kebijakan nasional yang memperluas layanan Posyandu ke dalam enam bidang pelayanan dasar. Melalui format baru ini, Posyandu tidak lagi berada di bawah pembinaan TP PKK saja, melainkan berkolaborasi lintas sektoral dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.