Perkembangan pesat sektor perdagangan dan e-commerce di Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong peningkatan kebutuhan terhadap infrastruktur logistik yang memadai. Kawasan pergudangan modern kini menjadi incaran para pelaku usaha guna mempercepat jalur distribusi dan rantai pasok secara efisien ke berbagai wilayah sekitar.
Posisi geografis Kalsel kian strategis karena berperan langsung sebagai koridor logistik penyangga menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal inilah yang memacu para pengembang properti lokal untuk menyediakan kawasan industri terpadu yang memiliki kelengkapan legalitas dan konektivitas tinggi.
Project Manager Bizpark Commercial Estate Banjarmasin, Sigit Amin Andryan, mengungkapkan bahwa geliat ekonomi regional menjadi motor utama peningkatan permintaan ini. Berdasarkan data semester pertama 2026, terjadi tren kenaikan penjualan unit pergudangan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Para pelaku usaha saat ini jauh lebih selektif dalam menentukan lokasi operasional mereka. Indikator utama yang dicari mencakup aspek pengelolaan lingkungan yang profesional, sistem keamanan terpadu, serta kejelasan status hukum lahan demi keberlangsungan investasi jangka panjang.
Untuk merespons dinamika pasar tersebut, ditawarkan berbagai opsi properti mulai dari ruko penyimpanan, gudang siap pakai berbagai ukuran, hingga kavling industri mandiri. Harga yang ditawarkan kompetitif, dengan kavling mulai dari Rp3,3 juta per meter persegi dan unit bangunan siap pakai berkisar dari Rp990 jutaan.
Fasilitas pendukung seperti pengamanan satu pintu (one gate system), kamera pemantau 24 jam, sistem drainase antibanjir, dan ruang terbuka hijau turut disiapkan untuk kenyamanan operasional. Lokasi strategis yang dekat dengan akses vital seperti Pelabuhan Trisakti dan Bandara Syamsudin Noor menjadi nilai tambah krusial bagi kelancaran distribusi logistik daerah.