Produsen otomotif Jetour secara resmi memperkenalkan teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang disematkan pada model SUV terbarunya, Jetour T1 dan T2. Teknologi berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini dirancang untuk menggabungkan efisiensi tinggi khas kendaraan listrik dengan fleksibilitas tanpa batas dari mobil bermesin konvensional.
Jantung pacu dari sistem i-DM ini mengintegrasikan tiga komponen utama secara sinergis, yaitu mesin bensin Acteco 1.500cc TGDI Dedicated Hybrid Engine, sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh. Sinergi ini mampu menghasilkan tenaga dari mesin sebesar 136 PS dengan torsi 220 Nm, yang disokong oleh motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm untuk akselerasi yang responsif namun tetap hemat bahan bakar.
Keunggulan utama sistem i-DM terletak pada manajemen energinya yang sepenuhnya diatur secara otomatis melalui lima mode berkendara pintar. Pada kondisi lalu lintas perkotaan yang padat, mobil akan beroperasi dalam mode Pure EV Drive menggunakan daya baterai murni. Sementara untuk perjalanan dinamis, Intelligent Hybrid Mode akan menyeimbangkan kinerja mesin dan motor listrik secara mandiri demi menjaga efisiensi optimal.
Saat daya baterai menyusut di bawah 20 persen, sistem secara otomatis beralih ke Series Drive, di mana mesin bensin bertindak sebagai generator pengisi daya. Untuk kebutuhan akselerasi instan, mode Parallel Drive akan mengaktifkan kedua sumber tenaga secara bersamaan, sedangkan mode Direct Engine Drive akan mengambil alih saat mobil melaju konstan di jalan bebas hambatan dengan kecepatan di atas 100 km/jam.
Selain menawarkan performa adaptif, Jetour T1 dan T2 juga dilengkapi fitur pengisian daya cepat (DC fast charging) yang mampu mengisi daya baterai dari 30 hingga 80 persen hanya dalam waktu 27 menit. Dengan kemampuan menempuh jarak hingga 100 km dalam mode listrik murni berbasis standar WLTC, teknologi i-DM ini menjadi solusi transisi elektrifikasi yang sangat relevan bagi masyarakat Indonesia yang mendambakan sensasi berkendara ramah lingkungan tanpa perlu mengkhawatirkan infrastruktur pengisian daya.