Kecamatan Pedamaran bekerja sama dengan Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) sukses menyelenggarakan Festival Lomba Karaoke dan peragaan busana (fashion show). Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat setempat hingga luar daerah.
Bukan sekadar hiburan musiman, ajang ini dirancang sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk mengeksplorasi serta menyalurkan bakat di bidang seni suara dan modeling. Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Seni dan Budaya LAMD, Suparman, S.Pd., mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi peserta membuktikan besarnya potensi kreatif yang dimiliki oleh masyarakat Pedamaran.
Kehadiran penonton yang memadati lokasi hingga larut malam merefleksikan kuatnya rasa kebersamaan warga. Selain menjadi panggung ekspresi, Sekretaris Jenderal LAMD, Ibrahim, S.Sos., M.Si., menilai festival ini sangat efektif sebagai media silaturahmi yang menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, pemuka adat, hingga warga umum.
Kompetisi tarik suara berlangsung kompetitif dengan melahirkan sejumlah pemenang. Gelar juara pertama diraih oleh Plora dari Pedamaran 6, disusul Bintang dari Pedamaran 2 di posisi kedua. Sementara itu, juara ketiga disematkan kepada Dhea Celikah, dan predikat kontestan terfavorit diberikan kepada Apri asal Tugumulyo.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan adanya kompetisi fashion show yang diikuti oleh pelajar dari berbagai tingkatan sekolah. Pada kategori ini, Diara Putri dari SDN 1 Pedamaran keluar sebagai juara utama, diikuti oleh Relga dari Desa Pedamaran 2 di peringkat kedua, dan M. Raffi Bagas Saputra dari SMAN 1 Pedamaran di posisi ketiga.
Ketua Umum LAMD, Listiadi Martin, S.Sos., MM., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia, donatur, dan organisasi kepemudaan yang telah menyukseskan acara. Ia berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus konsisten dilaksanakan demi memberikan ruang kreatif bagi pemuda sekaligus memperkokoh ketahanan budaya lokal.