Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tengah bersiap menjalani debut mereka dalam ajang bergengsi Kejuaraan Dunia BWF 2026. Kendati menyandang status sebagai salah satu pasangan unggulan dan berhak langsung lolos ke babak 32 besar, ganda muda ini memilih untuk tetap membumi dan tidak mematok target yang terlampau tinggi.
Persiapan intensif telah mereka lakukan sejak merampungkan turnamen China Open, dengan menitikberatkan pada pemulihan fisik serta pematangan pola pertahanan. Raymond mengungkapkan bahwa program latihan berjalan maksimal guna memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum bertolak ke India.
Bagi Joaquin, turnamen ini memiliki arti emosional yang sangat penting. Setelah sebelumnya gagal membawa pulang medali pada kategori individual tingkat junior, ia kini memiliki motivasi berlipat untuk merebut podium di level senior pada turnamen yang dikenal memiliki gengsi tersendiri ini.
Meskipun berstatus debutan di turnamen sebesar Kejuaraan Dunia, Raymond mengaku tidak merasakan ketegangan yang berlebihan. Pasangan ini lebih memilih untuk menikmati setiap pertandingan dan menganggap turnamen ini setara dengan kompetisi lainnya demi menampilkan permainan terbaik.
Terkait status unggulan yang membuat mereka mendapat keuntungan lolos otomatis (bye) di babak pertama, Joaquin menilai hal tersebut memudahkan mereka memetakan kekuatan calon lawan sejak awal. Namun, Raymond juga menyadari adanya tantangan tersendiri, sebab calon lawan mereka di babak 32 besar dipastikan telah lebih dahulu beradaptasi dengan atmosfer lapangan pertandingan.
Menghadapi potensi tekanan psikologis, Raymond menegaskan pentingnya konsentrasi dari satu babak ke babak berikutnya ketimbang langsung memikirkan fase semifinal atau final. Menurutnya, ekspektasi yang terlalu besar kerap kali justru menjadi bumerang yang merusak performa di lapangan.
Kejuaraan Dunia 2026 yang dihelat di India juga menghadirkan tantangan nonteknis, mulai dari atmosfer riuh penonton hingga kondisi lingkungan di sekitar arena. Meski demikian, Raymond optimistis gangguan eksternal tidak akan memengaruhi fokus mereka begitu laga dimulai, mengingat semua kontestan akan menghadapi situasi lapangan yang sama.