Penyanyi dangdut senior Inul Daratista membagikan kisah perjalanan panjangnya dalam mengelola bisnis karaoke keluarga, Inul Vizta, yang kini telah menginjak usia 21 tahun. Di tengah dinamika industri hiburan dan hantaman pandemi global, bisnis waralaba ini terbukti mampu bertahan meski harus menghadapi penyusutan jumlah cabang secara signifikan.
Dalam sebuah gelar wicara baru-baru ini, pelantun lagu "Buaya Buntung" tersebut mengungkapkan bahwa sebelum pandemi COVID-19 melanda, Inul Vizta memiliki sekitar 150 cabang di seluruh Indonesia. Kini, jumlah gerai yang beroperasi tersisa setengahnya. Kendati demikian, Inul tetap bersyukur karena bisnisnya masih kokoh berdiri di saat banyak kompetitor sejenis terpaksa gulung tikar akibat krisis ekonomi global beberapa tahun lalu.
Menariknya, langkah Inul merambah dunia wirausaha tidak terjadi begitu saja. Keputusan investasi tersebut lahir dari petuah mendiang Titiek Puspa pada masa awal karier nasional Inul. Saat itu, legenda musik Indonesia tersebut mengingatkan Inul agar tidak terlena dengan popularitas sesaat dan menyarankannya untuk mulai mencari alternatif pendapatan demi masa depan yang lebih stabil.
Nasihat itu datang di saat yang krusial bagi Inul. Kala itu, ia tengah menghadapi berbagai tantangan berat, termasuk pencekalan dan pembatalan kontrak kerja secara sepihak di panggung hiburan tanah air. Peringatan dari Titiek Puspa menyadarkan dirinya bahwa roda popularitas bisa berputar dengan cepat, sehingga ia membutuhkan jaring pengaman finansial di luar industri musik.
Ide untuk membangun usaha karaoke akhirnya diwujudkan dengan dukungan penuh dari sang suami, Adam Suseno. Atas saran Adam, nama panggung "Inul" disematkan pada merek bisnis tersebut guna memaksimalkan strategi pemasaran di tengah puncak popularitasnya kala itu. Langkah taktis ini terbukti sukses membawa nama Inul Vizta melintasi waktu selama lebih dari dua dekade.