Memasuki pekan keempat latihan pramusim, skuat PSS Sleman menunjukkan grafik peningkatan performa fisik yang signifikan. Langkah ini krusial bagi klub berjuluk Laskar Sembada guna menyongsong bergulirnya kompetisi kasta tertinggi, Super League musim 2026/2027.

Manajer PSS Sleman, Agus Purwoko, mengungkapkan bahwa program latihan bertahap yang dirancang tim pelatih telah berjalan efektif. Pihak manajemen optimistis kebugaran para penggawa akan mencapai puncak performa tepat waktu sebelum sepak mula kompetisi resmi dimulai.

Di samping fokus pada ketahanan fisik, tim medis PSS Sleman tengah bekerja keras memulihkan sejumlah pemain yang didera cedera. Gelandang asing asal Prancis, Frederic Injai, dilaporkan membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu hingga dua bulan. Namun, angin segar datang dari Melvyn dan Stefan yang perkembangan pemulihannya menunjukkan progres positif dan diprediksi siap tampil pada laga pembuka.

Di sektor administrasi, bek asal Burundi, Christophe Nduwarugira, belum dapat bergabung dalam sesi latihan taktis tim. Dirinya saat ini masih merampungkan kepengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Singapura. Manajemen terus berupaya mempercepat proses birokrasi ini agar sang pemain dapat segera beradaptasi dengan rekan setimnya.

Untuk menguji kematangan taktik dan kekompakan bermain, PSS Sleman telah mengagendakan tiga hingga empat laga uji coba selama sisa masa pramusim. Rangkaian pertandingan persahabatan ini akan menjadi tolok ukur penting bagi tim pelatih untuk mengevaluasi kesiapan kolektif maupun individu pemain secara menyeluruh.