Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan kesiapannya menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV tahun 2026. Sebagai salah satu tuan rumah utama bersama Depok dan Bekasi, Kota Bogor dijadwalkan bakal menggelar pertandingan untuk 20 cabang olahraga yang akan disebar di tujuh lokasi atau venue berbeda.
Langkah taktis Pemkot Bogor ini menuai apresiasi positif dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat, Heri Antasari. Menurutnya, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran yang dialami hampir seluruh daerah, progres persiapan yang ditunjukkan Kota Bogor, Depok, dan Bekasi tetap berjalan sangat baik demi menjaga keseimbangan antara kesuksesan penyelenggaraan dan capaian prestasi.
Heri menegaskan bahwa Porprov merupakan fondasi krusial dalam mencetak atlet-atlet andalan Jawa Barat untuk berlaga di level yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang. Momentum ini juga menjadi sarana untuk mempertahankan status juara umum nasional yang telah diraih Jawa Barat dalam tiga edisi PON berturut-turut.
Berbeda dari sebelumnya, Porprov 2026 mengadopsi format desentralisasi yang melibatkan 18 daerah, yang terdiri atas tiga tuan rumah utama, tiga pendamping, dan 12 daerah pendukung. Pembagian lokasi pertandingan ini sengaja dirancang demi menekan beban pembangunan infrastruktur baru sekaligus mendistribusikan dampak ekonomi secara merata ke berbagai wilayah di Jawa Barat.
Dengan estimasi kedatangan sekitar 17 ribu atlet dan ofisial, ajang ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi daerah penyelenggara. Peningkatan aktivitas ekonomi diproyeksikan langsung menyasar sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengonfirmasi keikutsertaan Kota Bogor dalam Chef de Mission (CDM) Meeting kedua untuk menyelaraskan koordinasi antartuan rumah. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan para atlet dan memastikan seluruh venue pertandingan memenuhi standar kelayakan melalui inspeksi berkala bersama pemerintah provinsi.