PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) menorehkan pencapaian finansial dan operasional yang impresif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Keberhasilan ini didorong secara signifikan oleh langkah strategis perseroan dalam mempercepat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai lini bisnisnya.

Merujuk pada laporan keuangan semester I 2026 yang berakhir pada 30 Juni, emiten telekomunikasi ini sukses membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, atau tumbuh 13,1 persen secara tahunan (YoY). Kenaikan ini juga diikuti oleh pertumbuhan EBITDA sebesar 14 persen YoY menjadi Rp14,6 triliun, serta lonjakan laba bersih terdistribusi yang dinormalisasi hingga 49,2 persen YoY mencapai Rp3,2 triliun.

Integrasi kecerdasan buatan seperti fitur Anti-Spam, Sahabat-AI, dan Gemini AI terbukti efektif meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan. Langkah inovatif ini memicu kenaikan trafik data sebesar 19,9 persen YoY, dengan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) naik menjadi Rp46 ribu dari total basis pelanggan yang mencapai 93,4 juta pengguna seluler.

Executive Vice President Head of Circle Java IOH, Fahd Yudhanegoro, mengutarakan bahwa hasil positif ini menegaskan keandalan peta jalan perusahaan untuk bertransisi menjadi entitas teknologi berbasis kecerdasan buatan. Menurutnya, pertumbuhan dua digit tersebut merefleksikan momentum kuat IOH dalam membangun ekosistem AI nasional sekaligus memperkokoh fondasi bisnis masa depan.

Di sisi ekspansi infrastruktur, Indosat mengambil langkah taktis lewat pembentukan PT Infra Fiber Teknologi berkolaborasi dengan Arsari Group. Melalui model bisnis asset-light, IOH mengalihkan serat optik sepanjang 86.000 kilometer dengan nilai transaksi mencapai Rp11,7 triliun. Sementara itu, lini bisnis AI Cloud mencatat kinerja gemilang dengan pendapatan 33 juta dolar AS pada semester I 2026, melampaui perolehan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar 28 juta dolar AS.

Untuk memperkuat konektivitas, IOH menambah spektrum 80 MHz di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz guna memaksimalkan layanan Indosat5G serta Fixed Wireless Access (FWA). Di samping itu, optimalisasi jaringan cerdas berbasis AI juga berkontribusi pada penurunan intensitas emisi karbon perusahaan sebesar 50,89 persen. Komitmen sosial pun terus digulirkan melalui kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Wadhwani Foundation untuk mencetak satu juta talenta digital serta 100.000 wirausaha berbasis AI hingga tahun 2029.