Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menggelar pertemuan bilateral dengan Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja, Hun Many, di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan kemitraan strategis yang mencakup reformasi birokrasi, kolaborasi kepemudaan, pengembangan olahraga, hingga penanggulangan bersama terhadap kejahatan lintas negara.

Dalam dialog tersebut, Wapres Gibran menyoroti pentingnya akselerasi transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Langkah ini sejalan dengan visi prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki sistem birokrasi yang lebih adaptif, transparan, cepat, bersih dari praktik korupsi, serta berorientasi penuh pada peningkatan mutu pelayanan publik bagi masyarakat luas.

Di sektor kepemudaan dan olahraga, kerja kerja sama kedua negara juga terus didorong untuk semakin erat. Salah satu poin menarik adalah ketertarikan Kamboja untuk mengirimkan para atlet disabilitas mereka guna berlatih di fasilitas olahraga berstandar internasional yang ada di Solo, Jawa Tengah. Fasilitas di Kota Solo dinilai sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, isu krusial mengenai penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berkaitan erat dengan kasus penipuan daring (online scam) turut menjadi bahasan utama. Kedua negara sepakat untuk memperketat koordinasi pengawasan guna menekan angka kejahatan siber transnasional sekaligus memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi warga negara Indonesia yang menjadi korban di Kamboja.