Sekelompok mahasiswa dari program studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang tergabung dalam tim DISABI (Disability Smart Accessibility) kini tengah mempersiapkan inovasi strategis untuk berkompetisi di ajang Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) tingkat nasional. Proyek ini berfokus pada pengembangan sistem transportasi publik yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya bagi pengguna kursi roda.

Tim yang diketuai oleh M. Rizky Pradityanto ini menyoroti berbagai hambatan mobilitas yang sering ditemui penyandang disabilitas saat menggunakan transportasi umum, seperti celah berbahaya antara peron dan kereta, keterbatasan informasi fasilitas, hingga padatnya akses penumpang. Melalui pendekatan teknologi digital, mereka merancang solusi komprehensif yang mengintegrasikan aspek keamanan dan kenyamanan.

Inovasi DISABI mencakup tiga fitur utama, yakni platform extender otomatis untuk menjembatani jarak peron, aplikasi Smart Accessibility untuk memberikan informasi aksesibilitas real-time, serta sistem manajemen arus penumpang berbasis sensor dan CCTV. Seluruh rangkaian teknologi ini dirancang dengan prinsip universal design agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara setara.

Dosen pendamping, Johan Hendri Prasetyo, menekankan bahwa partisipasi dalam PKM-VGK menuntut mahasiswa untuk tidak hanya mahir menciptakan teknologi, tetapi juga piawai dalam mengomunikasikan gagasan melalui narasi visual yang kuat. Upaya ini mendapatkan apresiasi penuh dari pihak universitas sebagai perwujudan komitmen kampus dalam melahirkan inovator muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

Saat ini, tim DISABI sedang dalam tahap penyempurnaan karya sebelum diajukan ke tingkat nasional. Proyek ini diharapkan dapat menjadi prototipe solusi transportasi masa depan yang lebih inklusif, sekaligus mengukuhkan posisi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis yang relevan dalam menjawab tantangan sosial melalui kemajuan teknologi.