Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menekankan pentingnya penguasaan teknologi baru sebagai pilar utama untuk melepaskan ketergantungan negara terhadap sektor minyak dan gas bumi. Langkah strategis ini diyakini mampu membuat Iran tumbuh lebih mandiri dan kebal terhadap berbagai tekanan sanksi ekonomi dari pihak asing.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat menghadiri peringatan ke-46 berdirinya Lembaga Jihad Akademik di Teheran. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para martir yang telah berkorban demi kehormatan dan keamanan negara, termasuk Syahid Ali Larijani.

Pezeshkian menyoroti upaya sistematis pihak luar yang kerap menargetkan para ilmuwan dan pusat penelitian nasional. Menurutnya, sabotase dan serangan terhadap sektor sains membuktikan ketakutan pihak asing terhadap kemajuan kapasitas intelektual Iran yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan domestik secara mandiri.

Lebih lanjut, Presiden Iran menyerukan pentingnya persatuan nasional dan kepatuhan terhadap arah kebijakan Pemimpin Agung Iran. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan serta pencegahan konflik merupakan prasyarat mutlak yang harus dijaga agar proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi negara dapat berjalan secara maksimal.

Sebagai penutup dari agenda peringatan tersebut, Presiden Pezeshkian menyerahkan Penghargaan Nasional Lembaga Jihad Akademik kepada pihak keluarga mendiang Syahid Ali Larijani sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besarnya bagi kemajuan ilmu pengetahuan negara.