PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengambil langkah strategis dengan merambah sektor otomotif dan layanan mobilitas melalui akuisisi Cycle & Carriage (C&C). Keputusan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan jual beli bersyarat (SAPA) pada akhir Agustus 2026, yang bertujuan memperkuat diversifikasi bisnis perseroan di luar sektor petrokimia dan energi yang selama ini fluktuatif.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Kevin Halim, menilai langkah akuisisi senilai SGD 265 juta (setara USD 207 juta) ini sebagai strategi yang bijak untuk menjaga stabilitas pendapatan jangka panjang. C&C, yang dikenal sebagai salah satu distributor otomotif utama di Singapura dan Malaysia, diharapkan dapat memberikan kontribusi arus kas yang lebih stabil dan defensif bagi TPIA.
Struktur transaksi ini dinilai sangat konservatif dan menguntungkan bagi TPIA. Pembelian dilakukan pada valuasi 0,7 kali price to book value (P/B), yang berpotensi menghasilkan keuntungan non-kas (negative goodwill) sekitar USD 82 juta pada laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2026. Selain itu, TPIA dibebaskan dari kewajiban mengambil alih utang afiliasi non-tunai C&C sebesar SGD 333 juta.
Akuisisi ini juga membuka peluang sinergi dengan lini ritel bahan bakar Esso yang telah dicaplok TPIA sebelumnya. C&C memiliki keunggulan kompetitif, mulai dari kemitraan kuat dengan merek premium seperti Mercedes-Benz, kesiapan menghadapi era kendaraan listrik (EV), hingga bisnis mobil bekas melalui Republic Auto serta pendapatan berulang dari jasa purnajual.
Dengan sokongan kas internal TPIA yang mencapai USD 2,9 miliar, transaksi ini diproyeksikan mendongkrak laba perseroan sebesar 3% hingga 5% pada periode 2026-2027. Maybank Sekuritas pun mempertahankan rekomendasi beli saham TPIA dengan target harga Rp 2.600 per lembar saham.