Penyerang muda Spanyol, Lamine Yamal, melontarkan pernyataan penuh percaya diri menjelang laga krusial semifinal Piala Dunia 2026. Ia menilai Prancis seharusnya merasa khawatir saat harus berhadapan dengan skuad La Roja yang tengah berada dalam performa terbaiknya.

Keyakinan tersebut mencuat tak lama setelah Spanyol sukses mengamankan tiket semifinal usai menaklukkan Belgia dengan skor 2-1 pada laga perempat final yang berlangsung Sabtu (11/7) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Yamal dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat kontribusinya yang merepotkan lini pertahanan lawan, meski tidak mencatatkan gol maupun assist.

"Jika Prancis harus merasa gentar terhadap siapa pun, tim itu adalah kami," tegas Yamal sebagaimana dikutip dari Mundo Deportivo. Ia menambahkan bahwa seluruh skuad Spanyol saat ini memiliki motivasi besar untuk terus melaju hingga mencapai partai puncak dan membawa pulang gelar juara.

Performa Yamal sepanjang turnamen ini cukup konsisten meski sempat dibayangi keraguan akibat cedera sebelum kompetisi dimulai. Di bawah arahan Luis de la Fuente, pemain Barcelona tersebut tetap menjadi motor serangan yang mematikan dari sisi sayap. Keahlian olah bolanya bahkan memaksa pelatih Belgia, Rudi Garcia, melakukan pergantian bek kiri lebih awal untuk meredam akselerasinya.

Menanggapi gol Belgia yang sempat membobol gawang Unai Simon, Yamal mengaku sedikit terkejut karena terjadi di saat timnya sedang mendominasi permainan. Namun, ia tetap optimis bahwa permainan Spanyol yang efektif adalah kunci kemenangan. "Mungkin banyak yang menganggap gaya main kami tidak atraktif, namun faktanya tidak ada lawan yang benar-benar mampu meredam dominasi kami di lapangan," pungkasnya.