Langkah bersejarah tim nasional Norwegia di ajang Piala Dunia harus terhenti secara dramatis di babak perempat final setelah takluk 2-1 dari Inggris. Selain gol penentu Jude Bellingham di babak perpanjangan waktu, sorotan utama publik Norwegia tertuju pada keputusan kontroversial wasit Clément Turpin yang membatalkan gol Torbjørn Heggem melalui tinjauan VAR.
Insiden tersebut bermula saat kedudukan imbang 1-1. Heggem berhasil menggetarkan jala gawang Inggris melalui sundulan dari situasi bola mati. Namun, wasit memutuskan untuk meninjau tayangan ulang dan menilai bahwa Erling Haaland melakukan pelanggaran dengan mendorong Elliot Anderson. Keputusan ini memicu kemarahan para pemain dan staf pelatih Norwegia yang merasa telah diperlakukan secara tidak adil.
Pemain Norwegia, Andreas Schjelderup, meluapkan kekecewaannya pascapertandingan. Ia menilai standar penilaian wasit dalam insiden tersebut sangat tidak konsisten dibandingkan dengan pelanggaran serupa di area lain lapangan. Kapten tim, Martin Ødegaard, juga menyampaikan rasa frustrasinya atas kurangnya keberpihakan keputusan wasit terhadap perjuangan timnya yang sebenarnya telah melampaui ekspektasi dengan mencapai babak perempat final untuk pertama kalinya sejak 1998.
Media lokal dan pengamat sepak bola Norwegia turut mengecam keputusan tersebut. Analis NRK, Kristoffer Løkberg, menyebut pembatalan gol tersebut sebagai sesuatu yang memalukan. Senada dengan itu, Simen Stamsø-Møller berpendapat bahwa insiden dorongan yang dilakukan Haaland merupakan hal lumrah dalam sepak bola dan menganggap reaksi Elliot Anderson di lapangan sebagai tindakan yang berlebihan atau diving.
Meski tersingkir dengan rasa kecewa, para pemain Norwegia memilih untuk tetap menaruh kebanggaan atas pencapaian luar biasa yang telah mereka ukir sepanjang turnamen. Pengalaman berharga ini diharapkan menjadi fondasi bagi generasi emas Norwegia untuk tampil lebih kompetitif di ajang internasional masa depan.