Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menorehkan prestasi gemilang di sektor kesehatan dengan meraih Sertifikat Eliminasi Malaria Tahun 2026 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan ini menjadi pengakuan konkret atas keberhasilan daerah tersebut dalam memutus total rantai penularan malaria melalui pendekatan sistematis dan berkelanjutan.

Apresiasi bergengsi ini diterima langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, dalam acara Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang berlangsung di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/7/2026). Sertifikat diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan TTU melampaui indikator eliminasi nasional.

Mengusung tema nasional "Bertekad Mengakhiri Malaria: Sekarang Kita Bisa, Sekarang Kita Harus," momentum ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, tenaga medis, serta masyarakat dalam mengeliminasi penyakit malaria hingga ke pelosok daerah terpencil di Indonesia.

Keberhasilan Kabupaten TTU dalam mencapai status bebas malaria ditopang oleh tiga pilar inovasi utama. Pertama, penerapan sistem surveilans digital terintegrasi di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Sistem ini memungkinkan pelaporan data kasus secara real-time, sehingga penanganan medis dan karantina wilayah dapat dilakukan dengan sangat cepat guna mencegah penularan lebih lanjut.

Kedua, penguatan ketahanan kesehatan di wilayah perbatasan negara melalui kolaborasi strategis lintas batas. Dinas Kesehatan Kabupaten TTU bekerja sama secara aktif dengan otoritas kesehatan Distrik Oecusse-Ambeno, Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL), untuk menyelenggarakan Program Skrining Kesehatan Terpadu guna meminimalisasi risiko penularan impor.

Ketiga, pembentukan gugus tugas khusus bernama Task Force Malaria Hunter di kawasan Timor Barat yang berbatasan langsung dengan RDTL. Program yang diinisiasi bersama organisasi Rotary ini fokus pada pelacakan aktif, pencegahan dini, dan penanganan cepat kasus di lapangan. Melalui pencapaian ini, Pemkab TTU berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan serta mempertahankan status eliminasi demi kesejahteraan masyarakat.