Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan pendanaan pemusatan latihan nasional atau Pelatnas dengan skema tahun jamak. Kebijakan tersebut didorong Presiden RI Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam memperkuat pembangunan olahraga nasional.
Menurut Anindya, pembinaan atlet berprestasi tidak bisa bergantung pada pola kerja jangka pendek. Ia menilai anggaran multiyears diperlukan agar federasi olahraga memiliki kepastian dalam menyusun program latihan, kompetisi, pembibitan, hingga evaluasi prestasi secara berkelanjutan.
PB Akuatik Indonesia menaungi sejumlah cabang olahraga, antara lain renang, polo air, loncat indah, renang artistik, dan renang perairan terbuka. Dengan cakupan pembinaan yang luas, organisasi tersebut menilai perencanaan jangka panjang menjadi faktor penting untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat Asia maupun dunia.
“Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun,” ujar Anindya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, 27 Juni 2026.
Anindya, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, menegaskan bahwa atlet kelas dunia tidak lahir secara tiba-tiba. Negara-negara yang konsisten meraih medali di ajang besar seperti Asian Games dan Olimpiade, kata dia, umumnya memiliki sistem pembinaan sejak usia dini serta kalender kompetisi yang tertata.
Ia menjelaskan, PB Akuatik Indonesia telah menyusun peta jalan pengembangan olahraga akuatik. Road map tersebut diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON yang menjadi rujukan pemerintah dalam mendorong prestasi olahraga Indonesia.
Selain untuk Pelatnas, Anindya menilai dukungan pendanaan juga perlu menjangkau program pembibitan dan pembinaan di tiap cabang olahraga. Menurutnya, keberlanjutan regenerasi atlet hanya dapat terjaga apabila proses pencarian bakat, pelatihan usia muda, serta peningkatan kualitas kompetisi berjalan secara konsisten.
“Bukan hanya untuk Pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan,” kata Anindya.
Ia optimistis, kombinasi antara pembinaan yang kuat sejak usia dini, program federasi yang terarah, serta dukungan pemerintah melalui skema pendanaan jangka panjang akan membuka peluang lebih besar bagi atlet Indonesia meraih prestasi internasional.
“Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia,” tutur Anindya.