PT Phapros Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), produsen farmasi terkemuka ini menyasar berbagai kebutuhan mendasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, mulai dari akses kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga upaya pemulihan ekosistem lingkungan.

Salah satu wujud nyata dari pilar sosial ini ditunjukkan dalam kegiatan "Bakti Indonesia: Gerakan Derma Sosial dalam Keberagaman Indonesia" yang berlangsung di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang. Bekerja sama dengan Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia (YBKI), Phapros menyuplai kebutuhan obat-obatan serta multivitamin guna mendukung layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, mencakup deteksi dini kanker payudara hingga pemeriksaan jantung dan mata.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa kontribusi ini selaras dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor kesehatan. Pemilihan Klenteng Sam Poo Kong sebagai lokasi acara dinilai memiliki nilai historis akulturasi budaya yang kuat, sekaligus menjadi simbol kebersamaan masyarakat dari berbagai latar belakang. Acara tersebut juga diperkaya dengan diskusi kebangsaan dan kesehatan yang menghadirkan tokoh nasional seperti Sujiwo Tejo dan Inayah Wahid.

Tak hanya berfokus pada kesehatan umum, Phapros juga menaruh perhatian pada isu gizi remaja melalui Program Siger Wanita di Desa Rahtawu, Kudus, yang mengedukasi pencegahan anemia pada remaja putri. Sementara di sektor lingkungan, emiten farmasi ini aktif mendukung program "Mageri Segoro" dengan menanam 1.030 bibit mangrove dan 130 cemara laut di kawasan Semarang Utara dan Semarang Mangrove Centre untuk mencegah abrasi pesisir.

Di bidang ekonomi, Phapros mengambil peran strategis dengan menyalurkan dana kemitraan usaha mikro dan kecil (UMK) senilai Rp4,19 miliar kepada puluhan mitra binaan baru. Perusahaan juga membekali pelaku UMKM dengan pelatihan pembuatan eco enzyme dari limbah organik rumah tangga, guna mendorong kemandirian ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.