Pihak keluarga almarhum Yurizal Tri Chaerawan akhirnya buka suara mengenai kondisi fisik terakhir sang pasien sebelum mengembuskan napas terakhir. Yurizal sempat viral di jagat maya setelah mengeluhkan lamanya waktu tunggu pelayanan rumah sakit, yang kemudian justru menuai komentar negatif dan perundungan dari sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) di media sosial.

Maulidya Yusthika Chaerani, adik kandung Yurizal, menjelaskan bahwa keluhan kakaknya mengenai masa tunggu delapan jam untuk mendapatkan kamar perawatan didasari oleh rasa sakit hebat yang sedang ditahannya. Waktu tunggu tersebut dirasakan sangat menyiksa karena kondisi fisik almarhum saat itu sudah sangat lemah hingga mengalami kesulitan untuk berjalan.

Maulidya juga meluruskan tudingan miring sebagian pengguna media sosial yang mempertanyakan riwayat pengobatan kakaknya. Ia menegaskan bahwa almarhum sangat disiplin dan rutin menjalani kontrol medis ke rumah sakit sebelum akhirnya dilarikan ke ruang perawatan darurat.

Kendati kecewa dengan respons minim empati dari para oknum nakes, pihak keluarga memilih untuk tidak memperpanjang persoalan ini ke jalur hukum. Pihak keluarga menyatakan sangat terbuka dan menunggu iktikad baik dari para oknum nakes tersebut untuk datang langsung meminta maaf ke rumah duka di kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Persoalan ini bermula dari unggahan Yurizal di platform media sosial Threads pada 22 Juli 2026 yang mengeluhkan belum mendapat kamar perawatan meski telah menunggu delapan jam sebagai pasien BPJS Kesehatan. Unggahan tanpa menyebut nama rumah sakit tersebut menuai polemik besar setelah beberapa oknum nakes melontarkan komentar bernada ejekan, sebelum akhirnya Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026.