Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong adanya kolaborasi transfer teknologi medis antara Indonesia dan Korea Selatan. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan delegasi Sojunghan Medicare, sebuah lembaga medis asal Korea Selatan, guna membahas inovasi skrining kesehatan berbasis imunologi dan sel Natural Killer (NK) di Jakarta.
Bamsoet menekankan bahwa perkembangan dunia medis modern kini bergerak sangat cepat ke arah deteksi dini yang lebih personal dan berbasis data presisi. Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan mampu mengadopsi teknologi mutakhir guna memperluas jangkauan pemetaan kondisi tubuh masyarakat secara menyeluruh. Kunjungan dari perwakilan Sojunghan Medicare menjadi pemantik awal sinergi teknologi tersebut.
Salah satu inovasi utama yang dibahas adalah metode Natural Killer Mix (NKM), yaitu pendekatan terapi medis berbasis sel limfosit yang diambil dari darah pasien, kemudian diproses dan diaktivasi di luar tubuh sebelum dimasukkan kembali untuk memperkuat sistem imun. Meski menawarkan potensi pencegahan penyakit yang besar, Bamsoet mengingatkan agar penerapan terapi sel ini di Indonesia wajib melewati evaluasi ilmiah dan regulasi yang ketat demi menjamin keselamatan pasien.
Momentum kemitraan ini sejalan dengan penguatan hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan yang sebelumnya telah menyepakati sejumlah nota kesepahaman di sektor kesehatan dan kecerdasan buatan pada April 2026. Bamsoet berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang hingga mencakup investasi riset, peningkatan kapasitas tenaga medis, pengembangan laboratorium, hingga pengembangan ekosistem wisata medis di tanah air.