Kebiasaan sederhana yang kerap dihindari oleh masyarakat urban, seperti memilih naik tangga dibanding menggunakan lift atau eskalator, ternyata memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan organ vital. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan ini mampu menekan risiko kematian akibat gangguan kardiovaskular secara signifikan.
Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs edisi Agustus 2026 ini menganalisis data kesehatan dari lebih dari 480 ribu orang dewasa. Hasil analisis mendalam yang dipimpin oleh tim peneliti dari University of East Anglia serta Norfolk and Norwich University Hospital mengungkap bahwa individu yang rutin menaiki tangga memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung 39 persen lebih rendah. Selain itu, risiko kematian akibat berbagai penyebab kesehatan lainnya juga terpangkas hingga 24 persen.
Secara medis, berjalan menaiki tangga memaksa tubuh bekerja ekstra melawan gaya gravitasi. Gerakan ini memicu peningkatan denyut jantung secara cepat serta membakar kalori dalam waktu singkat. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini berkontribusi besar dalam menjaga kestabilan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol tubuh, dan memperkuat otot-otot jantung.
Profesor Vassilios Vassiliou menjelaskan bahwa menaiki tangga adalah metode yang sangat praktis untuk menyisipkan olahraga di tengah padatnya aktivitas harian. Sementara itu, peneliti Sophie Paddock menambahkan bahwa menaiki minimal 60 anak tangga atau setara dengan enam lantai setiap hari sudah cukup untuk memberikan proteksi jantung yang optimal. Kendati demikian, sekecil apa pun perubahan aktivitas harian yang dilakukan tetap memberikan dampak positif yang terukur bagi tubuh.
Bagi pemula, para spesialis jantung menyarankan untuk memulai kebiasaan ini secara bertahap guna membangun konsistensi tanpa membebani tubuh secara berlebihan. Namun, aktivitas ini tidak direkomendasikan bagi individu dengan gangguan persendian atau keterbatasan mobilitas. Kelompok ini disarankan memilih jenis aktivitas fisik alternatif yang lebih aman namun tetap efektif memacu kinerja jantung.