Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menyiagakan personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) untuk mengawal jalannya aksi penyampaian pendapat di Jakarta. Langkah ini diambil guna memberikan pertolongan medis cepat, baik bagi para demonstran maupun petugas keamanan yang berjaga di lapangan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengerahan tim medis merupakan wujud nyata pelayanan Polri yang mengedepankan sisi humanis. Selain menyediakan pertolongan pertama di lokasi unjuk rasa, pihak kepolisian juga telah menyiapkan skema rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat jika terdapat kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis intensif.

Budi menambahkan, penyampaian aspirasi adalah bagian penting dari demokrasi yang harus berjalan selaras dengan ketertiban umum. Pihak kepolisian berkomitmen menjaga agar roda aktivitas masyarakat di sekitar lokasi demo tetap berjalan aman dan nyaman. Oleh karena itu, peserta aksi diimbau untuk selalu menjaga kondisi fisik dan saling menghormati sesama pengguna ruang publik.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan penyekatan jalan bagi massa dari luar DKI Jakarta yang ingin bergabung dalam aksi tersebut. Ia menyatakan bahwa aparat keamanan berkomitmen untuk mengawal jalannya unjuk rasa di depan Gedung DPR RI secara humanis tanpa menghalangi hak konstitusional warga.

Djamari juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Langkah antisipasi ini dilakukan agar masyarakat yang sedang beraktivitas tidak terganggu, sekaligus berharap para demonstran dapat menyuarakan aspirasi mereka dengan tertib dan damai.