Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali, memberikan instruksi tegas kepada para lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) untuk menjadi pionir dalam inovasi teknologi pertahanan masa depan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna menjawab tantangan dinamika peperangan modern yang kian kompleks.

Laksamana Ali menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi, STTAL memiliki peran krusial dalam memperkuat kemandirian alutsista nasional. Fokus riset dan pengembangan diarahkan tidak hanya pada AI, tetapi juga pada sistem nirawak (unmanned system), pengamanan siber, hingga teknologi hidro-oseanografi yang sangat relevan dengan kebutuhan operasional TNI AL di medan laut.

Lebih lanjut, Kasal menyoroti efektivitas penggunaan sistem nirawak yang terbukti menjadi instrumen krusial dalam pertempuran global saat ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tanpa awak menawarkan efisiensi tinggi serta perlindungan personel yang lebih optimal di lapangan. Inovasi-inovasi ini diproyeksikan akan menjadi tulang punggung pertahanan maritim Indonesia di masa mendatang.

Pengembangan bidang hidro-oseanografi juga menjadi poin penekanan mengingat karakteristik geografis perairan Indonesia yang sangat luas dan beragam. Penguasaan teknologi canggih di bidang ini dianggap vital untuk memetakan kondisi bawah laut secara akurat, yang secara langsung berkontribusi pada penguatan strategi pertahanan maritim nasional secara menyeluruh.