Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur tengah menempuh langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan prestasi sekaligus pelestarian budaya pencak silat. Fokus utama organisasi saat ini adalah memperkuat regenerasi tenaga pelatih serta juri yang kompeten di seluruh wilayah Jawa Timur.
Sebagai bentuk implementasi dari komitmen tersebut, IPSI Jatim menggelar kegiatan Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat yang berlangsung di Malang selama dua hari, yakni pada 11 hingga 12 Juli 2026. Sebanyak 115 peserta yang berasal dari pengurus IPSI tingkat kabupaten/kota serta perwakilan perguruan silat antusias mengikuti program pembekalan ini.
Materi yang disampaikan dalam penataran mencakup pendalaman teknik kepelatihan terkini, pemahaman komprehensif mengenai regulasi penjurian festival, hingga internalisasi nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri pencak silat tradisi. Ketua Panitia, Parso Adiyanto, mengungkapkan bahwa sebagian besar peserta merupakan praktisi berpengalaman, termasuk mantan atlet yang pernah berlaga di kancah dunia.
"Tujuan utama dari penataran ini adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas diri para pelatih serta juri. Kami ingin mereka tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga mampu mengaplikasikan standar kualitas tersebut dalam setiap ajang kompetisi maupun festival yang akan diselenggarakan di berbagai daerah di Jawa Timur," pungkas Parso.