Dunia sedang menyaksikan transformasi fundamental dalam pola investasi global. Laporan terbaru dari Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) mengungkapkan bahwa investasi pada aset tak berwujud—yang mencakup perangkat lunak, data, riset dan pengembangan (R&D), serta kekayaan intelektual—telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025, dengan nilai melampaui 10 triliun dolar AS.
Ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi katalisator utama di balik tren ini. WIPO mencatat bahwa sejak 2008, pertumbuhan investasi aset tak berwujud konsisten mengungguli aset fisik, dengan rata-rata kenaikan 3,5 persen per tahun. Fenomena ini menunjukkan pergeseran struktural di mana nilai ekonomi kini lebih banyak diciptakan melalui inovasi digital dan kapabilitas organisasi daripada sekadar aset material.
Amerika Serikat masih mendominasi lanskap ini dengan nilai investasi mencapai hampir 5 triliun dolar AS, jauh mengungguli Jepang dan Jerman di peringkat berikutnya. Sementara itu, jika dilihat dari intensitas investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), Swedia, Amerika Serikat, dan Prancis memimpin daftar sebagai negara yang paling agresif dalam menanamkan modal pada aset intelektual.
Meskipun pertumbuhan ini memberikan sinyal positif bagi ekonomi global, WIPO mengingatkan adanya tantangan kesenjangan teknologi yang masih menganga. Laporan tersebut menyoroti bahwa lonjakan investasi digital belum sepenuhnya merata ke seluruh penjuru dunia. Selain itu, catatan WIPO bersifat terbatas karena tidak menyertakan data dari Tiongkok, yang merupakan pemain kunci dalam ekosistem AI global.
Ke depan, tantangan terbesar bagi pemerintah dan pelaku industri bukan lagi sekadar memacu besaran modal yang digelontorkan. Fokus utama harus dialihkan pada bagaimana mengonversi investasi besar-besaran di sektor AI dan data ini agar mampu memicu produktivitas nyata, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif bagi seluruh negara di tengah dinamika pasar global yang tidak menentu.