Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata pendakian Gunung Sikendil, Kabupaten Temanggung, terus diperkuat melalui aksi kolaboratif lintas pihak. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Makmur Desa Canggal serta pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sikendil untuk melaksanakan patroli preventif dan sosialisasi di sepanjang jalur pendakian via Sibajag, Senin (22/6).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumprit, wilayah Bagian KPH Temanggung, Kecamatan Candiroto ini difokuskan pada pemantauan kondisi jalur pendakian guna memastikan kawasan tetap aman, bersih, dan bebas dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan hutan lainnya. Petugas juga memanfaatkan momentum patroli untuk memberikan edukasi langsung kepada para pendaki dan pengelola wisata tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan.

Gunung Sikendil dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian favorit di Temanggung yang mengalami lonjakan kunjungan signifikan, khususnya saat musim liburan sekolah dan akhir pekan. Meningkatnya arus pengunjung ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan agar aktivitas wisata alam tidak menimbulkan dampak destruktif terhadap kawasan hutan.

Sejumlah imbauan penting disampaikan petugas kepada para pendaki selama patroli berlangsung. Di antaranya larangan menyalakan api unggun secara sembarangan, larangan membuang puntung rokok di area hutan, serta kewajiban membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama pendakian. Pengelola basecamp turut diminta berperan aktif menyosialisasikan regulasi pendakian dan langkah-langkah mitigasi kebakaran kepada setiap pengunjung yang mendaftar.

Kepala BKPH Temanggung, Youdiyanto, yang mewakili Administratur KPH Kedu Utara menegaskan bahwa patroli preventif dan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen nyata Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong pengembangan wisata alam berkelanjutan. "Perhutani bersama LMDH dan pengelola basecamp berkomitmen menjaga keamanan kawasan hutan dari potensi gangguan maupun kebakaran, terutama pada musim kemarau dan masa liburan ketika jumlah pengunjung meningkat. Kami berharap seluruh pendaki turut mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kawasan hutan," tegas Youdiyanto.

Youdiyanto menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan wisata alam di kawasan hutan memerlukan dukungan kolektif dari masyarakat, pengelola wisata, maupun para pengunjung. Menurutnya, keseimbangan antara aspek konservasi dan pemanfaatan wisata hanya bisa tercapai melalui kerja sama yang solid dari seluruh pihak terkait.

Respons positif datang dari Pengelola Basecamp Sikendil, Diyanto, yang menilai patroli bersama ini efektif meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya pelestarian hutan. "Setiap pendaki yang melakukan registrasi di basecamp selalu kami berikan arahan terkait larangan membawa bahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, pengelolaan sampah, serta kewajiban menjaga kebersihan dan kelestarian jalur pendakian," jelas Diyanto.

Melalui sinergi antara Perhutani, LMDH, pengelola wisata, dan masyarakat, diharapkan kawasan hutan di RPH Jumprit dapat terus terjaga kelestariannya sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga sekitar melalui pengembangan wisata alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.