Inter Miami CF harus menerima kenyataan pahit setelah ditundukkan Nashville SC dengan skor mencolok 1-4 dalam lanjutan kompetisi Major League Soccer (MLS). Kekalahan ini memperpanjang tren negatif klub berjuluk The Herons tersebut, sekaligus menyoroti performa sang kapten, Lionel Messi, yang dinilai belum kembali ke bentuk permainan terbaiknya.

Dalam pertandingan tersebut, megabintang Argentina yang akrab disapa La Pulga itu sebenarnya memiliki peluang emas untuk mengubah jalannya laga melalui titik putih pada menit ke-23. Namun, eksekusi penalti Messi gagal membuahkan gol, yang tercatat sebagai kegagalan penalti pertamanya setelah gelaran Piala Dunia 2026. Frustrasi dengan jalannya pertandingan, Messi bahkan sempat terlihat meluapkan kekesalannya kepada wasit.

Hasil minor ini menambah catatan buruk Messi dalam mengeksekusi penalti di panggung MLS, setelah sebelumnya juga gagal saat menghadapi Charlotte FC pada musim lalu. Kegagalan ini pun berimbas langsung pada hasil kolektif tim, di mana Inter Miami gagal mengamankan kemenangan dalam dua laga terakhir mereka.

Sorotan tajam kini mengarah pada Guillermo Hoyos yang menjabat sebagai pelatih interim Inter Miami. Gaya kepelatihan Hoyos dinilai tidak mampu memberikan keleluasaan taktis bagi Messi, berbeda dengan pelatih sebelumnya, Javier Mascherano, yang dianggap sangat memahami karakter bermain sang pemain bintang.

Analis sepak bola MLS, Fernando Petrocelli, mengungkapkan bahwa Hoyos belum bisa menawarkan formula taktis yang tepat untuk mendukung Messi di lapangan. Kendati demikian, dalam konferensi pers usai pertandingan, Hoyos enggan menyalahkan Messi atas kegagalan penalti tersebut dan memilih fokus pada perbaikan performa tim secara keseluruhan.